Senin, 13 September 2010

Sistem Reproduksi Wanita

Sistem reproduksi wanita tersusun dari organ-organ seperti ovarium, tuba fallopi, uterus, vagina dan vulva.
sistem reproduksi wanita dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon, terutama FSH, LH, estrogen, dan progesteron.

  • Kandung Telur (ovarium) ada sepasang terletak di depan dinding rongga pelvis, berbentuk oval, dan panjang antara 3-4 cm. Ovarium berfungsi sebagai penghasil sel telur dan hormon kelamin wanita (estrogen dan progesteron)
  • saluran telur (tuba fallopi) atau oviduk terdapat sepasang merupakan saluran diantara ovarium dan rahim, tempat terjadinya fertilisasi berperan menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus
  • Rahim (uterus), berperan sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan janin
  • Saluran kelamin (vagina), berperan sebagai alat senggama.
  • Vulva, merupakan bagian terluar dari alat reproduksi wanita

Pada saat senggama, seorang pria dapat mengeluarkan 300-400 juta sel sperma, namun hanya satu sperma yang dapat membuahi saluran telur. Sel telur yang telah dibuahi akan menjadi zigot yang menempel pada dinding rahim. 
Menstruasi 
  • Sejak seorang bayi perempuan dilahirkan, sel telur sudah ada dalam kandung telur dalam jumlah yang sangat banyak. Setelah lahir, tidak ada lagi pembentukan sel telur. Namun, dimulai pada usia sekitar 10 tahun, terjadi proses pematangan dan pelepasannya. 
  • Pelepasan sel telur yang matang dari ovarium ke tuba fallopi, disebut ovulasi. Proses ini terjadi satu kali setiap 4 minggu. Bila tidak terjadi pembuahan oleh sperma, sel telur akan mati dan bersama-sama dengan lapisan dinding rahim (endometrium) keluar dari tubuh (menstruasi)
  • Menstruasi merupakan suatu daur yang dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron.
  • Siklus menstruasi pada wanita pada umumnya terjadi setiap 28 hari, namun ada pula 21 hari, 30 hari atau yang lain.

1 komentar: